Featured Post

Bisnis Kuliner Tradisional

Melirik Bisnis Seblak dan Aci Ternyata Banjir Omzet Saat di Musim Hujan

Bisnis kuliner tradisional tak pernah lekang oleh zaman. Jajanan seblak dan aci misalnya, masih mampu bertahan dan tetap eksis hingga sekarang. Cita rasanya yang pedas gurih membuat para penikmatnya selalu kangen untuk menjajal kudapan ini lagi dan lagi. Jika dulu seblak dan aci banyak ditemui di daerah kampus, kini kedua kuliner tradisional tersebut sudah merambah dunia restoran. Ya, para pemain besar seperti restoran dan kafe mulai menyajikan seblak dan aci sebagai menu utama mereka

Seblak berubah menjadi makanan instan yang bisa dibuat dimana saja. 
Cukup dituang air panas, semangkuk seblak siap untuk dinikmati. Seblak instan ini pasarnya semakin meluas, terlebih dengan adanya layanan pesan antar yang kian menjamur. Jajanan khas Jawa Barat ini sudah sampai ke tanah Papua. Sementara itu, Baso Aci juga tidak kalah hitsnya terbuat dari olahan baso aci dalam bentuk instan. Kemasannya yang bisa tahan lama, membuat jajanan ini bisa berkeliling Indonesia. Selain beredar di Bandung, Baso Aci Terciduk juga telah merambah berbagai kota lain salah satunya di Kota Pandeglang.Kudapan yang terkenal dengan cita rasa pedas ini disukai oleh berbagai kalangan. Kuliner seblak dan aci memancing minat para pebisnis kuliner. Tak mengherankan, jika saat ini mudah sekali menemui dua jajanan tersebut di jalanan dan sudut-sudut kota.

Baik yang dijual di gerobak pinggir jalan maupun kafe dan restoran. Untuk memulai usaha seblak secara mandiri, membutuhkan modal investasi berkisar minimal :

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sejarah Singkat IMAJI